Pembekalan Materi Konservasi Ekosistem Pantai dan Pengelolaan Sampah Berbasis R3

Penulis : Hendra



Probolinggo,KraksaanOnline.com - Saat ini,  Sabtu (16/09) siang, Ratusan Pramuka peserta Didik pada event Kemah Hijau 2017 yang kini memasuki hari kedua dalam pelaksanaanya ini akan mendapatkan beberapa materi khusus tentang konservasi ekosistem pantai dan pengelolaan sampah berbasis 3 R. 

Seperti tahun -  sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo  bersinergi bersama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Probolinggo melaksanakan event tahunan Kemah Hijau dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2017.

Dengan tema "menyatu dengan alam", event kali ini didukung juga oleh PT YTL PLTU Paiton dengan memanfaatkan "Mangrove Centre" Pantai Duta sebagai media pembelajaran bagi 550 peserta didik dari 25 sekolah yang telah mendapat predikat Adiwiyata. 

Musyafa Ketua panitia event kali ini menuturkan bahwa tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup khususnya Kabupaten Probolinggo. 

" Melalui pembelajaran di alam terbuka, diharapkan kepada generasi muda ini untuk memahami sedini mungkin tentang manfaat sumber daya alam dan lingkungan bagi keberlangsungan hidup mereka ke depan " tuturnya. 

Selain sebagai wadah kreatifitas siswa di bidang lingkungan hidup, Menurut Musyafa dengan melatih Kecintaan dan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup maka akan terlahir bibit - bibit baru penggiat lingkungan hidup. 

" kali ini berlatar ekosistem pantai, kami telah menyiapkan beberapa materi dasar tentang lingkungan hidup meliputi konservasi pantai dengan praktek penanaman mangrove dan cemara laut, serta materi pengelolaan sampah " tandasnya. 

Sementara itu Muhammad Nuska salah satu pembina peserta didik dari SMU N Dringu mengaku sangat antusias dengan event adiwiyata ini, pihaknya sangat yakin hal ini akan memberikan dampak positif bagi siswa siswinya agar paham dan peduli dengan isu lingkungan. 

" kita kalau bicara tentang alam bukan hanya tentang menikmati alam tapi juga tentang menjaga kelestariannya pastinya dengan kegiatan ini akan menumbuhkan kesadaran siswa siswi untuk selalu menjaga lingkungan dan melestarikannya, " jelas Nuska. 

Hal senada juga ditambahkan oleh Mamik, pembina kelompok peserta didik putri, dimana dia berharap dengan pembelajaran di alam terbuka seperti ini akan bisa mencetak duta duta wanita yang perduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. 

" wanita adalah tonggak sebuah negara, jadi kesadaran yang muncul dari perempuan akan membawa manfaat dan dampak yang sangat luar biasa " ungkapnya. 

Dalam event Kemah Hijau kali ini selain diberikan materi tentang lingkungan hidup, juga diadakan lomba - lomba kreatif yang akan lebih menyemarakkan aktifitas Kemah selama 3 hari dua malam ini,  yakni lomba mading 3 D, lomba yel-yel dengan tema lingkungan hidup serta lomba Tenda "Bersemi" (Bersih, Sehat, Nyaman, Indah). (dra).

Subscribe to receive free email updates: