Hal itu dialami salah seorang warga Kabupaten Indramayu berinisial DS. Keterlibatan pegawai negeri sipil (PNS) yang tinggal di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu itu diakui anaknya berinisial SE.
"Bapak mengikuti (padepokan Dimas Kanjeng) sudah lama, sudah sekitar lima tahunan yang lalu," kata SE di rumahnya, Selasa, 4 Oktober 2016. Ia menceritakan, sang ayah diajak mengikuti kegiatan di padepokan tersebut oleh temannya bersama puluhan orang lain dari wilayah Indramayu.
Menurut pengakuan SE, para pengikut padepokan tersebut kerap berangkat bersama-sama menaiki beberapa unit mobil ke Probolinggo. Keikutsertaan ayahnya juga diperkuat lewat foto Dimas Kanjeng yang terpampang di salah satu dinding ruangan rumah tersebut. Terakhir, ayahnya pergi ke Probolinggo menjelang bulan puasa lalu. DS baru pulang setelah dijemput keluarganya beberapa hari lalu.
DS bukan satu-satunya warga Indramayu yang ikut padepokan Dimas Kanjeng. Salah seorang teman DS, berinisial W bahkan disebut belum kembali ke rumahnya di Kecamatan Indramayu. Menurut keterangan dari sejumlah tetangga sekitar rumahnya, W diyakini masih berada di padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo.(PR)