Penulis : Yono
Senin 09 Oktober 2017
Probolinggo,KraksaanOnline.com - Sebagai antisipasi erupsi Gunung Agung di Bali yang dampaknya ditengarai bisa sampai ke daerah-daerah di sekitarnya, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana Erupsi Gunung Agung, Senin (9/10/2017) di Ruang Pertemuan Jabung Kantor Bupati Probolinggo.
//
Rakor yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy'ari itu dihadiri oleh Kepala BPBD Anung Widiarto, Kepala Dinas Sosial Retno Ngastiti Dj, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo Nur Fajidi, perwakilan OPD terkait dan Camat se Kabupaten Probolinggo.
//
Kepala BPBD Anung Widiarto pada paparannya menjelaskan dampak erupsi Gunung Agung dikhawatirkan dapat membawa material berupa abu vulkanik saat arah angin mengarah ke Jawa Timur khususnya Kabupaten Probolinggo. "Oleh karena itu kita harus siap dengan langkah-langkah antisipasi sebelum, saat dan setelah erupsi terjadi," jelasnya.
//
Ditambahkan Anung, bukan hanya instansi atau perangkat daerah saja yang harus siap siaga, tetapi semua masyarakat juga harus siap mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung. "Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat luas terkait pencegahan terhadap hujan abu apabila Gunung Agung meletus," papar Anung.
Sementara Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Asy'ari berharap segera dilakukan sosialisasi untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung. "Kepala perangkat daerah dan Camat agar segera melaksanakan sosialisasi di lingkungannya masing-masing pada berbagai kesempatan, misalnya saat apel atau kesempatan rapat," tegas Asy'ari.
//
Sebagai langkah tindak lanjut hasil rakor, Asy'ari meminta agar masing-masing instansi, OPD dan lembaga terkait melakukan inventarisasi sumber daya yang dimiliki baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana erupsi Gunung Agung."Aktifkan kembali Posko Bencana yang ada berkoordinasi dengan Polres, Kodim, Orari, senkom dan pihak terkait lainnya,"pungkas Asy'ari.(i0n/BI)
//