Ilustrasi penyerangan | Ilustrasi: KN |
Kaliandanews.com - Penyerangan massa terhadap kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim terjadi, Kamis (29/12/2016). Penyerangan tersebut dipicu tewasnya seorang bandar narkoba bernama Novi akibat ditembak oleh anggota BNNP Kaltim.
Menurut informasi yang dihimpun, beberapa waktu lalu anggota Brantas BNNP Kaltim melakukan penyamaran dengan melakukan transaksi terhadap tersangka yang merupakan incaran petugas karena diduga sebagai bandar narkoba, dari hasil transaksi tersebut terdapat barang bukti berupa narkoba jenis inex. Saat akan dilakukan penangkapan, Anggota Brantas berpangkat Brigpol justru ditikam dengan sebilah badik oleh tersangka dan melukai anggota tersebut. Tersangka lalu kabur.
Beberapa hari kemudian setelah tersangka kabur, BNNP mencari keberadaan tersangka lalu mendapatkan tersangka dirumahnya yang notabene daerah rawan narkoba. Lantaran diduga kembali melawan petugas, Novi akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan. Setelah sempat dirawat di RSUD AW Sjahranie, Novi dibawa ke kantor BNNP untuk menjalani proses periksa, namun dalam perjalanan Novi meninggal dunia, Kamis (29/12/2016).
Tidak terima dengan tewasnya Novi, Keluarga lalu menyerbu BNNP Kaltim. Jenazah Novi pun turut dibawa serta dalam penyerangan tersebut..
Akibat penyerangan tersebut, dibeberapa bagian kantor BNNP mengalami kerusakan. Ratusan aparat Brimob bersenjata lengkap langsung mengamankan Kantor BNNP Kaltim.(kld)