Semakin petang, semakin ramai pula pengunjung yang berdatangan. Lahan parkir di Jalan Kepanduan II mendadak padat.
Roslan, 54, warga Bidara Raya mengaku senang dengan keberadaan Taman Kalijodo. Semenjak dibuka, anak-anak kampung Bidara Raya selalu bermain di Taman Kalijodo.
"Anak-anak sekarang ada lahan bermain yang layak dan dekat. Setiap pulang seklolah atau sore, mereka pada ngumpul di taman, jadi ada kegiatan positif," kata Roslan, di Taman Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (29/12/2016).
Diakui Roslan, masyarakat di sekitar Taman Kalijodo bersyukur Pemprov DKI membangun taman untuk bermain anak. Apalagi, bekas Taman Kalijodo merupakan bekas tempat maksiat.
"Terima kasih Pak Ahok yang punya ide untuk bangun taman di sini. Kalijodo sekarang bukan tempat begituan lagi," tutur dia.
Hal serupa diungkapkan Mikail, warga negara Australia. Dia memuji kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang membangun taman dengan fasilitas super komplit. Menurut pria berkepala plontos ini, taman Kalijodo sangat cocok menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Kamu bisa lihat, semua orang tersenyum di sini. Semua orang bahagia. Jakarta tak punya banyak tempat semacam ini" kata Mikail.
Mikail memboyong keluarganya ke Taman Kalijodo. Dia bersama keluarga ingin bersantai dan berolahraga. "Saya pertama kali ke sini, menurut saya bagus. Pemerintah menjadikan tempat ini lebih baik," ucap Mikail.
Robyn, 31, warga negara Perancis mengaku senang adanya Taman Kalijodo. Kata dia, tidak ada taman di Jakarta yang memiliki fasilitas selengkap Taman Kalijodo. Sekarang, Robyn tak lagi kepayahan mencari tempat untuk menyalurkan hobinya.
"Saya suka karena di sini lengkap. Saya bisa bermain sepatu roda, itu hobi saya. Bagus sekali," ungkap Robin yang sudah 7 tahun tinggal di Indonesia.
Robyn mengetahui Kalijodo dulunya kawasan prostitusi. Dia mengaku mengikuti perkembamgan informasi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang merelokasi warga Kalijodo.
"Saya bukan pro Ahok, tapi kita bisa lihat tempat ini bangun untuk masyarakat juga. Bukan untuk kepentingan bisnis dan itu bagus. Awalnya orang-orang di sini kasian dipindah, tapi sekarang mereka punya tempat tinggal yang layak di rusun," ujar Robyn.*** Yana.